Islam mengajarkan kita segala hal dengan mendetail, termasuk
juga mengenai hubungan intim dalam rumah tangga. Ada beberapa hal yang tidak
diperbolehkan terkait dengan hubungan badan antara suami dan istri.
Namun, masyarakat awam banyak yang belum mengetahui hal ini.
Bisa jadi karena dianggap tabu, atau karena memang tidak tertarik untuk mencari
tahu. Apa sajakah larangan dalam berhubungan , sebagaimana yang dijelaskan
dalam ayat dan hadits?
1. Dilarang Berhubungan Intim Saat Istri Haid
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ
أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ
وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ
فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ
اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ
يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Mereka bertanya kepadamu tentang
haidh. Katakanlah: ‘Haidh itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu
menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati
mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka
itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai
orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS.
Al-Baqarah/2: 222).
2. Dilarang Berhubungan Tanpa Membaca Doa
“Bismillahi. Allahhumma jannibna syoithona wa
jannabisyaithona maa rojaktanaa.” Artinya : “Dengan nama Allâh. Ya Allâh,
hindarkanlah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami
dari syetan.”
Rasulullah SAW bersabda : “Apabila salah seorang mereka akan
menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami
dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.’
Sebab jika ditakdirkan hubunganantara mereka berdua tersebut membuahkan anak,
maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya,” (Shahih Muslim No.
2591).
3. Dilarang Berhubungan Tanpa Pendahuluan
Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan
ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu
dan tidak mengajarkan berhubungan badan tanpa adanya pendahuluan. Hal ini
sesuai dengans abda RasulAllah SAW:
“Siapa pun di antara kamu, janganlah menyamai isterinya
seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan
perantaraan.” Selanjutnya, ada yang bertanya: ‘Apakah perantaraan itu?’
RasulAllah SAW bersabda, ‘Yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis’,” (HR.
Bukhâriy dan Muslim).
4. Dilarang Menyebarluaskan Masalah Hubungan
“Sesungguhnya di antara manusia yang
paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat
adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan
kepadanya, kemudian menyebarkan rahasia istrinya,”( Diriwayatkan oleh Imam
Muslim (2597) dan Abu Dawud (a227).
5. Dilarang Berhubungan Intim Tanpa Penutup/Selimut
Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa, “Apabila kalian
mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan
janganlah telanjang seperti dua ekor himar,” (HR Ibnu Majah).
Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti hewan yang
kelihatan kemaluannya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup, atau
bertelanjang dalam selimut.
6. Dilarang Berhubungan Melalui Anus
Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita
di duburnya,” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai).
Tentu saja dikarenakan anus adalah tempat pembuangan
kotoran, yang membahayakan kesehatan jika berhubungan suami-istri melaluinya. Sumber: islampos.com
LIKE & SHARE jika bermanfaat

Comments
Post a Comment