10 Hal yang Bisa Menjauhkan Kita dari Siksa Api Neraka (3)


Lanjutan dari tulisan kemaren, bahwa salah satu dari 10 hal yang bisa menjauhkan kita dari siksa api neraka, antara lain :

5. Ujian di Dunia

Atas rahmat dari Allah, setiap sakit, sama ada secara fizikal atau emosi yang menimpa akan menghapuskan dosa-dosa.

Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.(HR. Bukhari)

Tiada manusia yang suka akan kesusahan dan kesedihan. Akan tetapi seorang mukmin bila diuji, sebahagian kecil dari dirinya akan menyedari dan menerimanya dengan lapang dada kerana menyedari bahwa Allah sedang mengampuni dosa-dosanya, dan mengharapkan agar apabila di mahsyar kelak, dosa-dosanya semuanya terhapus.



6. Azab di Kubur

Azab siksa di kubur adalah perkara yang tidak mau kita lalui. Akan tetapi, berbanding dengan azab neraka, azab di kubur lebih baik kerana ia mampu memadamkan dosa-dosa kita.

Akan ada sebahagian dari kita, naudzubillahi min dzalik, melakukan dosa-dosa besar dan akan diseksa di neraka jahannam. Namun, atas rahmatNya, Allah menjadikan azab kubur sebagai kaffarah.

7. Kepayahan di Hari Akhirat

Hari akhirat adalah merupakan hari kesusahan bagi kebanyakan manusia. Ia adalah hari yang amat panas, kecuali bagi mereka yang mendapat naungan dari Allah. Kiamat adalah hari di mana manusia akan kehausan, kecuali mereka yang Allah izinkan untuk minum dari perigi Haud.

Untuk ramai manusia hisab terlalu menggugah kekuatan, titian sirat amat payah dilalui, kecuali mereka yang diberikan kemudahan oleh Allah. Sebahagian ini akan menjadi kaffarah untuk kita dari ditimpa azab jahannam.

8. Kebaikan Dari Orang Hidup Kepada yang Telah Mati

Doa dari seorang anak yatim yang pernah kita berbuat baik padanya, membesar lalu teringat pada kita dan mendoakan kita, masyarakat yang mendoakan kita kerana ilmu kita memberi manfaat kepada mereka, ini semua mampu menyelamatkan kita dari azab neraka.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadith yang masyhur,

عَنْ اَبي هُـرَيْـرَةَ رَضِـَي اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِذاَ ماَتَ ابْنُ اٰدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّمِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ اَوْوَلَدٍصَا لِحٍ يَدْعُوْلَه. رَوَهُ مُسْلِمْ

Dari Abi Hurairah r.a, dia berkata, Rasulullah SAW.bersabda; Apabila anak Adam telah meningal dunia terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Muslim)

Menyedari hal ini, menjadi keperluan bagi kita untuk memaksimakan manfaat kita semasa di dunia, planting the best of seeds, and as many as we could, agar selepas kita mati, mereka akan ingat pada kita dan mendoakan kita.

Menjadi insan yang paling baik, yang paling pemurah, yang paling ringan tangan. Tidaklah kita tahu kebaikan mana yang akan membantu kita pada hari akhirat.

9. Syafaat Nabi Muhammad

Syafaat nabi mampu menyelamatkan kita dari azab neraka. Berdoalah sebagaimana doa kita selepas azan,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدَاً الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامَاً مَحْمُودَاً الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Maqam mahmudaa’ itu adalah maqam syafaat. Semoga Allah menerima kita dari mereka yang mendapat syafaat nabi saw di hari akhirat.

10. Rahmat dan Kasih Sayang Allah Kepada Sesiapa Saja yang Dia Kehendaki

Di akhirat kelak akan ada banyak manusia yang dimasukan ke neraka jahannam. Akan tetapi,

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

“…dan rahmatKu meliputi tiap-tiap sesuatu…” (7:156)

Terlalu besar rahmat Allah. Dalam sebuah hadith nabi menceritakan bahawa Allah mempunyai 100 bahagian rahmat, dan 1 diletakkan di atas dunia.

Dengan 1 rahmat itu, hewan  mengasihi anaknya, seorang ibu menyayangi keluarganya, pemuda berbuat baik kepada yang tua. Dari awal penciptaan sehingga hari kiamat. Segalanya. Semua atas satu rahmat ini. Wallahu a'lam bisshowab.


Sumber: didakwah

Comments